Sejarah Desa

Pada jaman kePemerintahan Sultan Agung sekitar tahun 1916 Talunombo dipimpin oleh seorang ulama yang bernama Eyang Samsuni ,pada masa itu Talunombo adalah sebuah telaga yang luas sedangkan Desa atau pemukiman penduduknya hanyalah sebagian kecil saja yaitu bernama Desa bulusari . Kemudian Eyang Samsuni pergi haji ke negeri Mekah namun tidak pulang –pulang ,Kekosongan kepemimpinan tersebut kemudian didengar dari pihak Kabupaten ,Kemudian bupati Wonosobo mengutus Raden Tjoktonegoro putra Raden Setjo negoro ( bupati Wonosobo I ) untuk memimpin di Talunombo / bulusari pada saat itu .Hal itu disebabkan karena Menurut pandangan kePemerintahan Kabupaten pada saat itu Bulusari adalah sebuah  Desa dengan telaga luasnya itu apabila dikeringkan merupakan daerah yang paling subur di Kecamatan Sapuran dan bisa dijadikan gudang pangannya Kecamatan Sapuran ,dan pada saat itu diperkirakan bisa mengatasi kekurangan pangan yang sedang terjadi di  Kecamatan Sapuran.Kemudian Bupati Wonosobo bersama Raden Tjorpkroegoro didukung oleh Eyang Klamat ( Kyai Langgeng Projo Mataram ) orang sakti Dari Jogjakarta yang singgah di Talunombo yang ditugaskan untuk menjaga Desa Talunombo dari serangan Belanda dengan mengandalkan kesaktiannya dengan benteng –benteng pertahanan mulai dari Sapuran Ki Suro pati ( berani datang mati ) ,Eyang asmoro sufi ( Bendo sari ) , Sapu angin ( Penjagaan di pintu masuk Desa Talunombo), Silau ( Yang datang matanya silau dan nggak bisa melihat dengan jelas , dan Si klamat yang dijaga Eyang klamat penjagaan poros Desa Talunombo ) dan Eyang Nyai Rantam sari istri Eyang Samsuni mereka bersama –sama melakukan pembedahan Telogo ombo menjadi beberapa bagian yaitu Si pancuran , si Garon , Punthuk cikal( makam Eyang putri Rantam sari ) dan Si merak . Tapi karena besarnya sumber mata air tersebut proses pengeringan telaga tersebut tidak mudah .Kemudian mereka melakukan persemedian dan mendapatkan ilham bahwa untuk mengeringkan atau mengecilkan sumber mata air tersebut meraka harus menutupi sumber mata air tersebut dengan dandang ( alat untuk menanak nasi terbuat dari tembaga ) yang terbungkus ijuk pada saat itu di sebut Kebo bule dan proses penutupan tersebut dibarengi dengan kesenian budaya lengger untuk mengiringi mengecilnya mata air dan mengering nya telaga ,Atas ridho Allah SWT dengan proses tersebut perlahan- lahan mata air mengecil dan telaga pun mengering.dan bagiana –bagian yang tadi terbelah terbentuklah bukit –bukit( sekarang menjadi makam – makam ) dan lembahnya menjadi Desa Talunombo ,kenapa dinamai Talunombo ,Talun adalah wilayah dan ombo adalah Luas jadi Talunombo adalah wilayah yang luas. Dan sisa telaganya sampai sekarang masih di manfaatakan masyrakat Talunombo karena merupakan air sumber kehidupan masyrakat Desa Talunombo ,sumber mata air itu sekarang disebut Kali bulu yang masih menyerupai sebuah danau.


Total Dibaca

Kami mengatakan tidak untuk

  • Korupsi
  • Pungli
  • Mantan yang pernah menyakiti hati

Contact Details

Telephone: Whatsapp : 082244006268
Email:  kimkradesta9@gmail.com
Website: https://talunombo-sapuran.wonosobokab.go.id

Krajan RT 03 RW 03 Talunombo Sapuran Wonosobo