Ndayakan Talunombo


Ndayakan “Bima Sakti” Talunombo

Ndayakan “Bima Sakti” Talunombo merupakan seni pertunjukkan tari yang mengutamakan pada seni bela diri pencak silat. Berbeda dengan seni pertunjukkan Ndayakan/Topeng Ireng pada umumnya, Ndayakan di Talunombo tidak mengajak perempuan dan tidak mengandung unsur syiar Islam. Ndayakan “Bima Sakti” Talunombo beranggotakan laki-laki saja. Sejarah asal-muasalnya dan tarian yang kuat pada prinsip keperkasaan dan keprajuritan membuat tarian ini lebih seperti menguji ketangkasan dan keuletan laki-laki dengan prinsip pencak silat. Tarian ini sangat kuat pagi penduduk Dukuh Klamat/Siklamat atau Larik Wetan.

Anggota Ndayakan “Bima Sakti” Talunombo terbagi menjadi tiga yaitu penari, penabuh, dan penjaga. Penari “Ndayakan” terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok anak-remaja dan kelompok dewasa. Dalam satu kali  pementasan (biasanya ada dua kali penampilan, terbagi menjadi anak-remaja dan dewasa) jumlah pemain adalah 12-14 penari. Penari Ndayakan menggunakan kostum serba merah, kaca mata hitam, dan penutup kepala, ini adalah kostum/ sandang yang digunakan oleh penari utama yang berkelompok. Selain itu, terdapat penari lain (biasanya berjumlah 4) yang menggunakan kostum menyerupai hewan seperti topeng jaran (kuda), monyet, macan, dan yang paling utama adalah mbaung (secara kasat mata terlihat seperti macan hitam, tetapi bisa juga berupa celeng, maupun anjing hutan/serigala). Sehingga pada dasarnya, Ndayakan lebih menceritakan pada proses mBabad Alas atau proses pembukaan lahan.

Sementara itu, penabuh terdiri dari 6 orang. Alat musik (bende) pengiring Ndayakan ini pun terdiri dari; 3 gong kempul (dengan 3 nada berbeda dan dimainkan oleh 2 orang) dengan irama yang saling bersaut-sautan antar pemain satu dengan yang lainnya; jidor besar dan jidor kecil, yang keduanya berperan sebagai pengatur ketukan dengan ciri suara yang berat dan keras, dalam beberapa kesempatan, jidor juga berperan sebagai penjembatan antar adegan tarian. Jidor dimainkan oleh dua orang dengan pemukul dari kayu; Kendang, yaitu alat musik tabuh yang dipukul menggunakan tangan, dan berperan dalam menentukan gerakan serta menjadi bumbu suasana rancak dan paling berperan dalam menentukan jalannya tarian; terakhir adalah vokal dengan nyanyian yang biasanya hanya terdapat di adegan pertama, adegan kedua, dan terakhir. Vokal iringan Ndayakan berfokus pada istilah cengkok yaitu menyaut/menirukan suara alat musik dan menjadi tambahan pada tarian.

Selain, penari dan penabuh, terdapat orang-orang yang bertugas di luar panggung penampilan, yaitu para penjaga. Para penjaga ini biasanya berasal dari kalangan senior dari Ndayakan. Mereka yang mengatur alur untuk menyajikan sesaji, dan proses mengeluarkan danyang-danyang yang merasuk ke tubuh penari, maupun penonton yang secara ndadi (kerasukan arwah danyang). Hanya dari kalangan mereka-lah yang memahami apa keinginan para danyang. Adapun peran penjaga ini juga untuk mengamankan penonton dari penari, maupun penonton yang ndadi.

Sejarah ndayakan di Talunombo sendiri masih belum begitu jelas. Berdasarkan penuturan sesepuh di Ndayakan seperti Mbah Kasri dan Mbah Ngumroni, seni Ndayakan ini bukan seni asli dari Talunombo. Seni Ndayakan ini diajarkan dari Desa Ropoh, Kepil, Wonosobo. Namun, tetap bagi kedua sesepuh ini, Ndayakan merupakan seni yang sudah dari leluhur. Oleh karena itu, sesaji yang terdiri seperti singkong, menyang, jenang merah putih, kelapa, dan nasi merupakan bentuk terima kasih dan penghormatan pada leluhur. Sesaji-sesaji tersebut juga merupakan hasil tani yang dimiliki oleh masyarakat Talunombo Sehingga dalam prosesi ndadi baik penari maupun penonton, tubuh mereka sedang dimasuki oleh arwah-arwah danyang Talunombo, maupun leluhur dari kesenian ndayakan. Kerap kali sesepuh ini menemukan arwah danyang dari Ropoh, Tempursari, dan Banyumudal. Selain itu, beberapa orang percaya bahwa Seni Ndayakan ini merupakan warisan dari Mbah Klamat, yang merupakan leluhur desa Talunombo dengan gelar Jogonegoro. Oleh karena itu, hampir semua pelaku kesenian ndayakan di Talunombo merupakan mereka yang tinggal di daerah Klamat.


Total Dibaca

Kami mengatakan tidak untuk

  • Korupsi
  • Pungli
  • Mantan yang pernah menyakiti hati

Contact Details

Telephone: Whatsapp : -
Email:  desatalunombo2@gmail.com
Website: https://talunombo-sapuran.wonosobokab.go.id

Krajan RT 03 RW 03 Talunombo Sapuran Wonosobo